CerPen Iseng: JINGGA

JINGGA

Oleh: N.S

Saat kau mendaki bukit yang terjal, saat hamparan batu sebesar kepalan gajah menusuk bola matamu yang kelam, saat udara dingin menyentuh kulit arimu yang telah aus. Betapa kau rasakan sebuah pilu menyambutmu laksana pisau yang senantiasa menghujam. Aku serasa tak mampu menggapai langit dengan tanganku yang cekak. Seraya langkah kaki yang terus bercokol pada bumi yang tak pernah bersekongkol.

Read More »