cropped-cropped-flower6.jpg

Puisi Baru; Balada 2

BALADA SEORANG WANI­TA

Senyawa jingga bersenggama

Bersama julur jemulur rumput-rumput yang terus menetes

Awan biru bergumul mesra diatas peraduan

Riuh prenjak bersenandung dibawah gereja

 Angin basah masuki rongga dada payudara

desak, baur debu yang terus mengendap

lelaki hadir menyapa

lewat desah yang terus merebah

namun binar tlah menguap

 air matanya belum jua kering

lelaki tetap tak bergeming

biar elok parasnya laksana senja di khatulistiwa

tetap tak terkesima

dia tak mampu lukiskan senja lewat desah

tak mampu semikan rindu lewat cumbu

panas tubuhnya

biar

noda tetap tergores didasar keramik

bisa yang tersimbul tetap tak terusik

perempuan

satu!

——————————————–

BALADA PEMINTA

 Terseok diatas aspal berlumpur

Terhempas diantara hujan yang gugur

Mata meraba lekuk-lekuk jingga

Membaur

 Berkacamata

Berdasi pita

Juga tuxedo menyala

 Meludah cairan merah

Tapi bukan darah

Sayang

sekapur sirih dalam ganyangan

 eksim tak menjingkat

namun tangan tak mampu menjabat

 suatu ketika sepasang mata katarak

melihat tangannya menggenggam

bukan buatan

sekantong tebal berisi beberapa puntung rokok

kemana tembakau, papir, kemenyan, cengkeh yang biasanya tersandang

dalam gulungan sebesar jempol.

mungkin hasil nemu, pikir katarak seraya berlalu

———————————-/

Balada Semut Hitam 

Rantai-rantai merayap pelan

Seonggok kudapan bergoyang-goyang

Sedetik….

Berhenti

Sedetik…..

Jalan lagi

Satu dua tiga empat

Lebih lagi angkat-angkat

Semut-semut hitam kecil

Mencium-cium di koloni

Sebulir nasi

Diusung ramai-ramai

Sampai sarang disimpan

Kelak buat semut hitam makan

———————————-/

Balada Perjaka Tua

Lipit keriput mulai bersua

Di pinggir-pinggir ujung mata

Batang usia tidak muda

Hampir nyata perjaka tua

          Dulu ingin kawin

          Tak jadi tak dapat ijin

          Sekarang ingin kawin

          Tak ada perawan

          Tak ada janda

          Yang berkenan

 Perjaka tua besok cari kerja

Perjaka tua susah cari wanita

Meski tak pundung jua

Ulang-ulang mau usaha

          Siang malam tak henti berdoa

          Tuhan empunya kuasa

          Besok hendak ikhtiar lagi

          Semoga-moga dapat istri

——————————————————-/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s