peta-indonesia

BAHASA DAN BERBAHASA

BAHASA DAN BERBAHASA

Bahasa dan berbahasa, adalah dua hal yang berbeda. Bahasa adalah alat verbal yang di gunakan untuk berkomunikasi, sedangkan berbahasa adalah proses penyampaian informasi dalam berkomunikasi itu.

 

  • Hakikat Bahasa

System bahasa merupakan system lambing, sama dengan system lambing lalu lintas, atau system lambing lainya. Hanya, system lambing bahasa ini berupa bunyi, bukan gambar atau tanda lain; dan bunyi itu adalah bunyi bahasa yang di lahirkan oleh alat ucap manusia. Sama dengan lambing lain, system lambing ini juga bersifat arbiter.

 

  • Asal-usul Bahasa

Kalau bahasa itu ada, tentu ada asal-usul keberadaanya. Banyak teori telah di lontarkan para pakar mengenai asal-usul bahasa itu.Berdasarkan penemuan-penemuan antropologi, arkeologi, biologi, dan sejarah purba, manusia, bahasa dan kebudayaan secara bersamaan lahir di bagian tenggara Afrika kira-kira dua juta tahun yang lalu. Sejak awal bahasa itu pastilah merupakan satu kerangka atau satu strukturyang di bentuk oleh empat unsur yaitu, keteraturan (order), bentuk, dan pilihan. Kemudian karena lahirnya bahasa bersamaan dengan kelahiran kebudayaan, maka melalui kebudayaan ini segala hasil ciptaan kognisi seseorang dapat pula di miliki oleh orang lain, dan dapat pula di turunkan kepada generasi berikutnya.

 

  • Funsi-fungsi Bahasa

Bahasa adalah alat interaksi social, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, atau juga perasaan (Chaer,1995). Dalam hal ini, Wardaugh (1972) seorang pakar sosiolinguistik juga mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia, baik lisan maupun tulisan. Namun fungsi ini sudah mencakup lima fungsi dasar yang menurut Kinneavy di sebut fungsi persuasive, fungsi informasi, fungsi eksporasi, fungsi persuasi, dan fungsi entertaimen. (Michel,1967:51).

Kelima fungsi dasar ini mewadai konsep bahwa bahasa alat untuk melahirkan ungkapan-ungkapan batin yang ingin di sampaikan seseorang penutur kepada orang lain.

 

  • Struktur Bahasa

Dalam setiap analisis bahasa ada dua buah konsep yang perlu di pahami,yaitu, struktur dan system. Struktur menyangkut masalah hubungan antara unsur-unsur di dalam satuan ujaran. Misalnya, antara fonem dengan fonem dalam kata, antara kata dengan kata di dalam frase, atau juga antara frase di kalimat. Sedangkan system berkenaan dengan hubungan antara unsur-unsur  bahasa pada satuan ujaran yang lain. Fakta bahwa predikat terletak di belakang subjek dalam bahsa Indonesia adalah masalah struktur, sedangkan fakta adanya verbal aktif dan verba pasif adalah masalah system (Chier, 1994).

 

      Tata Bahasa

Di kotomi kompetensi dan performansi sangat penting di dalam sosiolinguistik. Kompetensi yang merupakan “pengetahuan” seseorang akan bahasanya, memungkinkan disa dapat melakukan performasi atau pelaksanaan bahasa itu juga berupa memahami kalimat-kalimat yang di dengar (pelaksanaan produktif) dari bahasanya.

 

      Struktur-Dalam dan Struktur-Luar

Menurut linguistik generative transformasi setiap kalimat yang kita lahirkan mempunyai dua struktur, yaitu struktur-dalam dan struktur-luar. Yang di maksud dengan struktur dalam adalah struktur kalimat itu secara abstrak yang berada di dalam otak penutur sebelum kalimat itu di ucapkan. Sedangkan yang di maksud dengan struktur luar adalah struktur kalimat itu ketika di ucapkan yang dapat kita dengar.

 

      Komponen Tata Bahasa

Setiap tata bahasa menurut linguistik generative transformative, di bangun oleh tiga buah komponen yaitu komponen sintaksis, komponen semantik, dan komponen fonologi.

 

  • Proses Berbahasa

Bebahasa merupakan salah satu perilaku dari kemampuan manusia, sama dengan kemampuan dan prilaku untuk berfikir, bercakap-cakap, bersuara ataupun bersiul. Lebih spesifik lagi berbahasa ini merupakan kegiatan dan proses memahami dan menggunakan isyarat komunikasi yang di sebut bahasa.

 

Berbahas merupakan gabungan berurutan antar dua proses yaituproses produktif dan proses reseptif. Proses produktif berlangsung pada diri pembicara yang menghasilkan kode-kode bahasa yang bermakna dan berguna, sedangkan proses  reseptif berlangsung pada diri pendengar yang menerima kode-kode bahasa yang bermakna dan berguna yang di sampaikan oleh pembicara melalui alat-alat artikulasi dan di terima melalui alat-alat pendengar.

.

.

Cahyono,         Bambang         Yudi.   Kristal-kristal     Ilmu Bahasa.            Surabaya Airlangga University Press, 1995.

Anwar, Khaidir. Fungsi dan Peran Bahasa. Yogyakarta: Gajah Mada University press, 1985.

Chaer, Abdul.   “ Ketaksaan dalam Bahasa Indonesia” Artistika.  Jakarta : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, 2000.

.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s