KUMPULAN PUISI BARU Seri: Balada 1

KUMPULAN PUISI BARU

Seri: Balada 1

 

 

PENANTIAN

 

Hembus angin menerpa rambutku

Menyeruakkan harum melati

Membangunkanku dari lamunan

Dan ku sadari aku tlah lama menunggu

 

1 jam

2 jam

Tidak!!! Lebih dari itu ku tlah menunggu

Dan sampai saat ini aku tetap menunggu

Pandang ku lempar nun jaun disana

Tak ada tanda-tanda kedatanganmu

Dibawah pohon palem ini

Disamping bunga melati ini

Aku menunggumu..

.

.

*=*=*=*=*=*

..

 

MUNGKIN PERTEMUAN

 

Jika tak ada aral, kita kan bertemu

Sebelum sunyi memetik pagi

Dan mimpi belum pergi dari janji

 

Aku berangkat kali ini, sehabis minum secangkir kopi

Dan sisa tembakau malam tadi

 

Setengah perjalanan adalah bukit dimana tempat kita

Mencatat pepohonan yang tumbang

Jalan yang terjal

Batuan yang bebal

Ini adalah pilihan, ujarku

 

Kelanalah aku

Mungkin kau menanti

Oleh: Erni W

 

.

*=*=*=*=*=*

.

Balada Perempuan-Perempuan Berarit

 

Surya masih mengeriyip kedip

Caping tersemat di ubun-ubun

Jatik terikat kuat

 

Dengan telanjang kaki

Arit dalam genggaman kuat

Menyusuri setapak becek yang remang

Langkah cepat-cepat keburu surya menggarang

 

Dia tak sendiri

Lima sampai sepuluh perempuan macam itu dihamparan emas yang berkilau

Tersepuh embun nan menyegarkan indera

 

Lekas-lekas tangan-tangan yang kurus dan hitam

Mulai menggenggam dan mengariti hamparan emas nan kemilau

Surya merangkak nan malas namun berarti

Berakibat melahirkan peluh-peluh di punggung

Yang berbalut kebaya tipis bak bengawan

 

Tak usahlah risaukan

Yang sekarang diutamakan

Segera rebut emas yang menguning

Raja siang tak lagi tersepuh hawa yang sejuk

 

Raja siang terpelese ke barat

Mencoba menampakkan wajah dengan susah payah

Mendung-mendung tak mau menyingkir

Sedikit hembusan udara yang membelai

Mengurangi derasnya aliran bengawan

 

Karena si raja siang sudah semakin terpuruk

Lekas-lekaslah mereka harus merampungkan

Urusan emas ini, agar esok pagi

Dilaksanakannya hitungan pembagian

 

.

*=*=*=*=*=*.

.

 

 

Balada Kehilangan

 

Karto membawa tubuh yang kecil

Dan kepala yang kecil pula

Ke tengah samudera

Mempertaruhkan  nyawa

 

Tiga malam sudah Karto tak kembali

Sanak dan kawan pada mencari

Tak ketemu kabar berita

Sampan pun tak kembali rupa

Tak ada kabar jua dari seberang

 

Karto telah ditelan gelombang

Tinggalkan semua yang tersayang

Oleh: I. K

.

.

.

 

One thought on “KUMPULAN PUISI BARU Seri: Balada 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s