Belajar dan Pembelajaran

belajar

Pengertian Belajar

Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Belajar mulai dalam masa kecil ketika bayi memperoleh sejumlah keterampilan sederhana, seperti memegang botol susu dan mengenal ibunya. Selama masa kanak-kanak dan masa remaja, diperoleh sejumlah sikap, nilai, dan keterampilan hubungan sosial, demikian pula diperoleh kecakapan dalam berbagai mata ajaran sekolah.

Dalam usia dewasa, orang diharapkan telah mahir mengerjakan tugas pekerjaan tertentu dan keterampilan-keterampilan fungsional yang lain. termasuk di sini ialah mengendarai mobil, membuat neraca buku cek pribadi, dan bergaul dengan oranglain.

Kemampuan orang untuk belajar ialah ciri penting yang membedakan jenisnya dari jenis-jenis makhluk yang lain. kemampuan belajar itu memberikan manfaat bagi individu dan juga bagi masyarakat.

Bagi masyarakat, belajar memainkan peranan penting dalam penerusan kebudayaan berupa kumpulan pengetahuan ke generasi baru. Hal itu memungkinkan temuan-temuan dan penemuan-penemuan baru berdasarkan perkembangan di waktu sebelumnya. Sebagai contoh kakek nenek dulu terheran-heran melihat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dibawa oleh listrik. Mereka juga heran penuh rasa ingin tahu dengan adanya penemuan waktu itu, yaitu telepon. Sebaliknya anak-anak kita dibesarkan dengan listrik, telepon, dan televise yang dipancarkan dengan satelit. Gilirannya, sekarang mereka heran dan tertarik akan penemuan yang baru, mikrokomputer.

Orang sebagai individu dan masyarakat mempunyai kepentingan agar berhasil dalam mengelola belajar. Orang-orang yang sudah terampil belajar mandiri mampu menguasai berbagai keterampilan untuk mengisi waktu senggang dan melakukan pekerjaan baru. Mereka juga mengembangkan kemampuan berkehidupan yang kreatif sepanjang hayatnya.

Sebaliknya masyarakat tidak bisa mengambil resiko membiarkan soal perolehan belajar itu pada factor kebetulan saja. Untuk meneruskan warisan budaya dan mendidik anak-anak muda usia agar memainkan peran orang dewasayang produktif dalam masyarakat diperlukan adanya penata.

Dalam masyarakat yang masih sederhana kearifan kolektif dan foklor sering diperoleh setiap anggota masyarakat berteknologi, pengetahuan dan informasi yang tersedia sedemikian banyaknya sehingga tidak seorangpun dapat belajar menguasai semuanya. Para anggota masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan umum dan kemudian memperoleh keahlian dalam satu bidang tertentu. Proses ini memerlukan waktu beberapa tahun dan seringkali termasuk belajar pengetahuan prasyarat tertentu.

Pentingnya belajar bagi masyarakat ini dijelaskan dengan sebuah contoh oleh Edward Thorndike (1933). Ia mengandaikan hasil dari keadaan yang setiap generasi baru hanya bisa belajar menguasai hal-hal dengan mengalami kesulitan setengah saja, seperti hal itu dipelajari waktu ini. Thorndike mencatat bahwa dalam keadaan semacam itu, sebagian besar pencapaian peradaban manusia akan tidak berguna lagi dalam satu generasi peradaban itu sendiri akan sirna dari muka bumi.

Konsep Dasar Pembelajaran

Istilah belajar berarti proses perubahan tingkah laku karena pengalaman dan bertambahnya pengetahuan. Kata “pembelajaran” pada hakikatnya merupakan suatu upaya yang disengaja dan direncanakan sedemikian rupa oleh pihak pengajar sehingga memungkinkan terciptanya situasi dan aktivitas belajar yang kondusif bagi siswa (Jamaluddin, 1999). Hal ini tidak berarti bahwa aktivitas tersebut hanya berlaku bagi siswa, sedangkan pihak guru menjadi pasif. Jadi, dalam konsep pembelajaran kedua partisipan, yaitu guru dan murid sama-sama menjadi pelaku aktif pembelajaran.

Dalam konteks ini, baik guru maupun siswa harus sama-sama aktif berperan menurut fungsinya masing-masing. Namun, penekanan proses belajar mengajar harus lebih diarahkan pada pentingnya aktivitas belajar siswa, baik secara fisik maupun mental. Jadi, semua yang dipikirkan, setiap rencana dan tindakan guru sebaiknya tercurah pada aktivitas belajar siswa. Guru harus mampu membuat siswa belajar bagaimana cara belajar atau belajar untuk belajar (learn to learn).

Titik tumpu konsep pembelajaran adalah kegiatan belajar yang dilakukan para siswa. Untuk itu diperlukan adanya pemahaman tentang hakikat “belajar”.

Morgan (1978) mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan tingkah lakuyang relatif tetap sebagai suatu hasil latihan dan pengalaman. Witherington mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.

Masih berkaitan dengan konsep di atas, Hilgard dan Bower (1975) menjelaskan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi yang disebabkan oleh pengalaman berulang-ulang dalam situasi tersebut, sedangkan perubahan tingkah laku tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respons pembawaan, kematangan dan keadaan-keadaan sesaat seseorang.

Gagne (1977) menjelaskan bahwa belajar terjadi jika situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance) berubah dari waktu sebelum mengalami situasi itu ke waktu sesudah mengalami situasi tersebut.
Belajar pada hakikatnya merupakan suatu upaya individu untuk menuju perubahan tingkah laku yang bersifat relatif mantap melalui proses latihan dan pengalaman. Dalam pengertian ini, perubahan tingkah laku yang diharapkan sudah mengarah pada keadaan yang lebih baik (positif) dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, kendatipun masih ada kemungkinan untuk mengarah pada kondisi yang lebih buruk. Perubahan tingkah laku yang termasuk hasil belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti perubahan dalam kecakapan, keterampilan, kebiasaan, sikap, pengertian, pemahaman, pola pikir dan pemecahan masalah.

.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s