MENULIS MAKALAH

 Pengertian Makalah

Makalah merupakan tulisan yang berisikan prasaran, pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan yang akan dibacakan dalam rapat kerja, simposium, seminar, dan sejenisnya. Istilah makalah itu sendiri terkadang dikaitkan dengan karya tulis di kalangan siswa/ mahasiswa, yakni segala jenis tugas yang berhubungan dengan bidang studi, hasil pembahasan buku atau tulisan tentang suatu persoalan (Ekosusili dkk, 1991 : 145, dalam Dalman, 2012 : 179).

Menurut Tanjung (2000 : 7, dalam Dalman 2012: 179) makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makalah adalah suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Makalah merupakan karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

 

 

Mardanu ( dalam Dalman 2012 : 32) bahwa proses berpikir ilmiah terdiri atas (1) identifikasi masalah,  (2) pembatasan masalah, (3) penyusunan hipotesis, (4) pengujian hipotesis, dan (5) penarikan simpulan.

Dilihat dari cara berpikir, makalah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu makalah hasil berpikir deduktif dan makalah hasil berpikir induktif. Makalah hasil berpikir deduktif membahas masalah atas dasar teori tertentu, atau menerapkan teori tertentu untuk memecahkan maslah yang dipilihnya. Hal itu berbeda dengan makalah hasil berpikir induktif. Makalah jenis ini membahas masalah dengan menyajikan deskripsi gejala, fakta dan data dari pengamatan di lapangan (Dalman, 2012 : 32).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa makalah merupakan kara tulis ilmiah yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara runtut dan sistematis dengan disertai analisis yang logis dan objektif.

 Ciri-ciri Makalah

Secara umum, makalah yang baik ( berkualitas tinggi ) memiliki ciri umum sbagai berikut:

  • Akurat dan Menyeluruh ( Comprehensive ).

Artinya, makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara akurat, dan membahas masalahnya secara lengkap dan tutas. Makalah tersebut juga telah mengantisipasi pertanyaan yang akan diajukan calon pembaca mengenai topik tersebut dan kemudian menjawabnya dengan baik.

  • Memiliki Sumber Informasi yang Baik

Ini adala ciri yang paling penting dari setiap makalah. Makalah yang bagus mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya tentang topik itu telah diterbitkan. Jika tidak melakuka hal itu dianggap sebagai praktek kesarjanaan yang buruk. Makalah tersebut menggunakan sumber informasi yang beragam. Untuk semua fakta dan gagasan yang bukan merupakan karya asli penulisnya diberikan kutipan. Kutipan langsung diberikan secara jarang, dan dipilih untuk memberikan ilustrasi gagasan penulis lain dalam bahasa mereka sendiri.

  • Seimbang

Seimbang berarti makalah tersebut mambahas fakta, gagasan, dan sudut pandang yang dibicarakan secara objektif dan seimbang, dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Makalah yang baik mungkin bersikap kritis terhadap karya tulis sebelumnya, tetapi tidak memberikan kritik tanpa dasar dan menyerang kepada penulis lain.

  • Kretif

Kreatif dalam pengertian ilmiah berarti bahwa makalah tersebut tidak sekedar menyajikan fakta belaka tetapi ini tidak berarti bahwa informasi yang disajikan itu “dikarang” atau tidak berdasarkan fakta. Dalam makalah yang berkualitas, fakta-fakta itu ditata, dianalisis, dipadukan, dan digunakan sebagai dasar kesimpulan dengan cara yang inovatif, kreatif, dan orisinil.

  • Secara Teknis, Penulisan Benar.

Ini berarti makalah tersebut terbebas dari kesalahan gaya bahasa, tatabahasa, tanda baca, penggunaan kata, dan ejaan.

  • Tertata dengan Baik.

Berarti makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas. Dalam makalah yang berkualitas, materinya ditata secara logis, dengan kata-kata transisi yang  baik antara bagian-bagiannya dan dengan kecepatan yang tepat (Dalman, 2012 : 133-134).

Jenis-jenis Makalah

Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dibedakan menjadi tiga macam yaitu (1) makalah deduktif, (2) makalah induktif, dan (3) makalah campuran (Dalman, 2012 : 136).

Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoristis yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam hal ini, metode berpikir yang digunakan adalah deduktif. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang merapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan serta relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam hal ini, metode berpikir yang digunakan adalah induktif, yaitu metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.

Makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoristis digabung dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam hal ini, metode berpikir yang digunakan adalah deduktif-induktif (campuran) yaitu metode yang digunakan dalam berpikir bertolak dari hal yang bersifat umum menuju khusus kemudian disimpulkan kembali menjadi hal yang bersifat umum.

Dalam pelaksanaanya, jenis makalah pertama yang sering digunakan. Selanjutnya dilihat dari segi jumlah halaman, makalah dapat dibedakan menjadi makalah panjang dan makalah pendek. Makalah panjang memiliki jumlah halaman lebih dari 20 halaman, sedangkan makalah pendek memiliki jumlah halama urang dari 20 halaman.

Menurut Soegandra (dalam Dalman 2012 : 136) jenis-jenis makalah dibedakan menjadi berikut ini:

  • Makalah Ilmiah

Makalah ilmiah pada umumnya digunakan sebagai karya tulis hasil studi ilmiah yang berisi masalah dan pembahasan. Perlu diperhatikan bahwa dilihat dari segi prinsip dan prosedur ilmiahnya, makalah ilmiah menyerupai laporan penelitian sederhana. Makalah ilmiah biasanya ditulis sebagai suatu saran pemecahan masalah secara ilmiah.

  • Makalah Kerja

Makalah keja umumnya dibacakan pada seminar makalah kerja, dismapaian dalam bentuk argumentasi dalam suatu hasil penelitian. Dalam makalah kerja yang dibacakan itu harus ada masalah. Penyampain makalah kerja sudah memasukan asumsi dan hipotetis untuk menjawab masalah.

  • Makalah Kajian

Istilah ini dipakai untuk karya tulis ilmiah yang merupakan saran pemecahan suatu masalah yang kontroversial tanpa maksud untuk dibaca dalam suatu seminar.

Cara Menyusun Makalah

Menurut Ekosusilo (1991 : 146, dalam Dalman 2012 :137) agar makalah dapat tersusun secara sistematis, maka harus dipertimbangka hal-hal yang terkait dengan cara penyusunan makalah tersebut. Permasalahan itu adalah bagaimana cara menyusu pola pikir, pegumpulan da pengolahan data, penulisan makalah, dan peelitian akhir makalah. Untuk menyusun makalah secara sistematis, harus memperhatikan tata urutan penyajian makalah yang umumnya diawali dengan pendahuluan dan diakhiri dengan penutup.

Secara terperinci pembabagan makalah tersebut adalah sebagai berikut (dengan komposisinya dalam persen):

Pendahuluan………………………………… 15%

Permasalahan………………………………. 5 %

Pembahaan…………………………………. 65%

Kesimpulan dan saran…………………. 10%

Penutup……………………………………. 5 %

 

  • Menyusun pola pikir

Untuk dapat menyusun pola pikir yang baik, maka kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a)      Mengenali persoalan

b)      Menentukan tujuan dan ruang lingkup

c)      Menentuka kepada siapa makalah diajikan.

 

  • Pengumpulan bahan dan pengolahan data

Untuk dapat menyusun makalah dengan baik, maka kita harus mengumpulkan bahan-bahan eferensi untuk mendukung argumentasi yang kita susun dalam makalah. Bahan ini dapat diperoleh lewat bku-buku, majalah, surat kabar, bulletin, hasil penelitian, dan sebagainya. Bahan yang dipilih hendaknya mendukung judul yang kita ajukan, jangan sebaliknya tidak memilii kaitan langsung dengan makalah yang kita buat.

 

  • Penulisan makalah

Pada tahab penulisan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis naskah, yaitu:

a)      Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.

b)      Gunakan kalimat yang efektif, sehingga mudah dicerna oleh pembaca.

c)      Uraian materi hendaknya berkoherensi.

d)     Pembahasan singkat, jelas, tegas, dan jangan sampai bertele-tele.

e)      Hindarkan kata-kata yang bobastis yang hanya akan menghamburkan isi makalah.

Koreksi Akhir Makalah

sebelum makalah ditampilkan, sebaiknya dilakukan koreksi ulang terhadap makalah yang disusun guna menyempurnakan makala. Tujuan dari koreksi ulang ini adalah untuk mendapatkan hasil yang objektif. Dalam hal ini, penulis perlu membaca ulang secara keseluruhan isi makalah tersebut sehingga dapat ditemukan kesalahan berupa pengorganisasian isi, penulisan kalimat, hubungan amntarparagraf, penggunaan diksi, penggunaan unsur mekanik (EYD), dan lain-lain (Dalman, 2012 : 138).

 

Sistematika Penulisan  Makalah

Menurut Zaenuddin (2004: 114-125, dalam Dalman 2012 : 186), fotmat penulisan makalah secara umum terdiri atas:

  1. Bagian Awal Makalah
  2. Lembar Judul

Pada bagian ini memuat:

1)   Judul makalah

Judul merupakan nama yang melukiskan dengan singkat masalah yang ditulis. Meskipun singkat, judul harus mencerminkan isi tulisan. Penulisan judul biasanya dituliskan bersamaan dengan nama penulis pada halaman judul, selain ditempatkan secara tersendiri pada halaman luar depan (kulit luar).

2)        Nama, NIM, NPM.

3)        Nama dan tempat perguruan tinggi dan keterangan untuk apa makalah ditulis.

4)        Tahun.

 

  • Kata Pengantar

Kata pengantar belum termasuk dalam bagian bab pendahuluan, oleh karena itu penempatannya harus di luar tubuh tulisan. Bagian ini umunya berisi tentang pernyataan penulis untuk menyerahka hasil tulisannya kepada penerima tulisan; gambaran umum tentang pelaksanaan tugas dan hasilnya, ucapan terima kasih kepada semua pihak; tempat, tanggal, bula, dan tahun penyusunan tulisan itu; serta penanggung jawab tulisan tersebut. Pada bagian paling akhir biasanya diakhiri dengan harapan penulis atas teguran, kritik, dan saran-saran untuk perbaikan tulisan tersebut pada pembaca.

  • Daftar Isi

Daftar isi merupakan krangka tulisanyang terperinci yang telah ditulis, mulai kata pengantar sampai bagian indeks. Daftar isi diletakkan pada halaman baru setelah kata pengantar.

  1. Daftar Gambar (jika ada)
  2. Daftar Tabel

Bagian ini berisi keterangan tabel-tabel yang tercantum dalam tulisan. Yang disajikan dalam bentuk tabel biasanya yang berupa jumlah, statistik, presentasi, dan lain-lain (jika ada).

  • Bagian Inti Makalah

Bagian inti makalah berisi tentang:

  • Pedahuluan

Pendahuluan merupakan bagian dari makalah yang berusaha mengantarkan pembaca ke arah pokok permasalahan yang disajikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalampendahuluan ini adalah sebagai berikut:

1)      Umum

2)      Maksud dan tujuan

3)      Pendekatan

4)      Ruang lingkup

5)      Pengertian-pengertian

6)      Tata urutan.

  • Permasalahan

Permasalahan merupakan kesulitan yang ingin dipecahkan manusia, atau suatu kenyataan yang tidak sesui dengan keinginan. Permasalah dalam suatu makalah perlu mengikuti kreteria berikut ini:

1)        Apakah masalah tersebut berguna untuk dipecahkan?

2)      Apakah penulis memiliki kepandaian/kemampuan untuk memecahkan?

3)      Apakah permasalahan tersebut menarik untuk dipecahkan?

4)      Apakah permasalahan tesebut memberikan sesuatu yang baru apabila dipecahkan?

5)        Untuk memacahkan permasalahan tersebut apakah cukup data yang tersedia?

  • Pembahasan

Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uraian yang relevan dengan ruang lingkup, uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan isi topik. Pembahasan juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengurangi permasalahan yang diajukan. Pembahasan yang baik harus berorientasi pada pokok permasalahan yang disoroti selain harus disusun dengan bahasa yang baik, jelas, dan singkat. Untuk memperjelas permasalahan, penulis makalah harus dapat memperjelas uraiannya dengan menggunakan contoh-contoh.

  • Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan disesuaikan dengan kajian masalah yang telah dikemukakan. Kesimpulan hendaknya dibuat secara sederhana dan sistematis, sehingga pembaca dapat memahami isi makalah dengan mudah. Ringkasan itu hendaknya menyatakan kembali secara ringkas tujuan makalah, setiap hipotesis yang diuji, materi dan metode penelitian yang digunakan, dan hasil yang diperoleh.kesimpulan ditarik berdasarkan hasil/temuan penelitian tersebut. Sedangkan sarana merupakan anjuran-anjuran yanmg bersifat realistis demi perbaikan makalah tersebut dan manfat makalah tesebut bagi pembaca umumnya.

  • Penutup

Penutup meupakan bab atau bagian paling akhir dari suatu makalah. Penutup hendaknya ditulis secara singkat dan ringkas sebagai penegasan apa yang telah diulas atau dibahas dalam makalah tersebut.

  • Bagian Akhir Makalah

Bagian akhir makalah semua daftar rujukan dan lampiran jika ada.

  • Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi smua kepustakaan yang diperunakan dalam penulisan. Sumber kepustakaan ini dapat acuan dalam penulisan makalah yang baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertuls lainnya. Penulisan daftar pustaka hendaknya memenuhi kaidah yang lazim dalam penulisan ilmiah. Penulisan disusun secara alfabetis, dari A ampai Z, dengan patokan huruf pertama dari nama keluarga penulisnya. Secara keseluruhan penulisan daftar pustaka itu berturut-turut sebagai berikut:

1)      Nama pengarang dengan mencantumkan nama akhir dan tanpa menggunakan gelar atau derajat kesarjanaannya. Penulisan harus dibalik dengan disertai penggunaan tanda koma (,) dan diakhiri dengan tanda titik (.).

2)      Setelah nama pengarang tercantum, maka dituliskan tahun penerbitan buku tersebut dan diberi tanda titik (.).

3)      Setelah penulisan tahun terbit, dicantumkan nama buku tersebut dengan disertai garis bawah atau huruf miring, semua diketik dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama judul dan subjudul dan tanda petik (“….”) apabila merupakan juduk artikel yang dimuat dalam surat kabar atau majalah dengan disertai tanda titik (.).

4)      Setelah nama buku tercantum, maka dituliskan kota penerbitan buku atau majalah tersebut diterbitkan dan disertai tanda titik (.).

5)      Pada  bagian akhir, setelah dicamtumkan kota, maka dicantumkan kota penerbitan dicantumkan penerbit mana yang menerbitkan buku atau majalah tersebut dan diakhiri dengan tanda titik (.).

Contoh penulisan daftar pustaka

Barthes, Rolland. 1980. S/Z An Essay. New York: Hill and Wang.

Jika nama pengarang lebih dari satu maka diikuti kata et.al. atau dkk dalam kurung.

Contoh

Suroso, Hadi (et.al.). 1988. Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. Katen: Intan.

Idris, ZH (dkk.). 1982. Bahasa Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Lampiran-lampiran

Lampiran atau sering disebut appendiks biasanya disusun setelah daftar pustaka dan sebelum indeks dengan memberikan tulisan “lampiran”, nomor urut lampiran, dan judul lampran. Lampiran ini berisikan tentang tabel-tabel yang tidak tercantum dalam teks atau perincian perhitungan yang tidak terjabarkan dala hitungan statistik. Selain itu, lampiran berisi pula gambar-gambar, bagan, peta, instrumen penelitian, transkipsi, pegangan kerja, rancangan penelitian, riwayat hudup, dan lain-lain.

 

Teknik Kutipan

Menurut Ekosusilo, dkk. (1991 : 37, dalam dalman 2012 : 192), kutipan berfungsi sebagai pendukung penulisan makalah. Teknik kutipan dapat dilakukan melalui langsung dan tidak langsung.

  • Kutipan Langsung

Yang dimaksud kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susunan kata-katanya maupun tanda bacanya.

Contoh :

Menurut sunarto, dalam bukunya berjudul perpajakan (2002:46), yang dimaksud objek pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk komsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

  • Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan dengan mengambil pendapat/uraian dari buku/sumber lain yang penyajiannya dengan bahasa sendiri.

Contoh:

…..Sehingga ada tiga kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya, yaitu barang komplementer, barang substitusi, dan barang bebas (James,2001).

 

Format Kutipan

Pada umumnya, format dasar suatu kutipan terdiri atas (penulis, tahun) atau (para penulis, tahun). Sebagai contoh, (Brackman,1980) atau (Gonick & Wheelis,1983). Dalam menulis kata penghubung untuk dua pakar yang dikutip dalam satu sumber, kebanyakan editor lebih suka menggunakan tanda “&” daripada kata “dan”. Berikut ini adalah beberapa penyempurnaan dan pengecualian atas prinsip dasar di atas.

  1. Apabila ada lebih dari dua penulis, anda hendaknya menggunakan “et.al.”
  2. Untuk menyetir beberapa sumber fakta atau gagasan, letakkan semuanya dalam tanda kurung yang sama dan pisahkan masing-masing dengan tanda titik-koma.urutan sumber itu berdasarkan tanggal penerbitannya dan secara alfabetis bila ada dua sumber yang bertahun penerbitan sama.
  3. Ketika menyetir dua atau lebih karya tulis dari seorang penulis, sebutkan nama penulis itu sekali saja dan pisahkan tahun penerbitan karya itu dengan koma.
  4. Nomor halaman biasanya tidak digunakan kecuali untuk kutipan langsung.
  5. Apabila menyebutkan nama penulis di dalam teks makalah, sertakan hanya tahun penerbitannya saja, sesudah namanya.

Format penulisan karya ilmiah berbeda dengan masing-masing institusi, namun pada intinya format yang berbeda itu bukan berarti tidak ilmiah karena memiliki tujuan yang sama. Jadi, isi tulisannya tetap ilmiah, meskipun formatnya berbeda. Dalam hal ini buku-buku yang perlu dijadikan rujukan dan perlu dikuasai oleh semua penulis adalah buku EYD, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

A.R. Syamsudin. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 3. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Alwasilah, A. Chaedar, Senny Suzana Alwasilah. 2007. Pokoknya Menulis. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.

Arsjad Maidar G., Mukti U.S. 2007. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Dalman. (2012). Menulis Karya Ilmiah.  Bandar Lampung: UM Lampung Press.

………….. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Hariadi, Kresna Langit. 2004. Mengarang Itu Gampang. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Jabrohim dkk. 2001. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Widiarti, Pangesti. 2005. Menuju Budaya Menulis. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s