JENIS-JENIS MAKNA

  • Makna

Jenis atau tipe makna dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria dan sudut pandang. Berdasarkan  jenis semantiknya dapat dibedakan antara makna leksikal dan makna gramatikal, berdasarkan ada tidaknya referen pada sebuah kata/leksem dapat dibedakan menjadi makna referensial dan makna nonreferensial, berdasarkan ada tidaknya nilai rasa pada sebuah leksem atau kata dapat dibedakan adanya makna denotatif dan makna konotatif, berdasarkan ketepatan maknanya dikenal adanya makna kata dan makna istilah. Selain itu terdapat pula jenis makna asosiatif, reflektif, kolokatif, idiomatik, dan sebagainya.

  • Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Makna leksikal adalah makna yang bersifat leksikon, bersifat leksem atau bersifat kata. Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan observasi alat indera atau makna yang sesungguhnya dalam kehidupan kita.

 

Makna leksikal adalah gambaran yang nyata tentang suatu konsep sebagaimana dilambangkan oleh kata itu.

 

 

Contoh:

Kata ‘Tikus’ jika diambil makna secara leksikal maka kata tersebut berarti ‘hewan pengerat’.

 

Sedangkan makna gramatikal adalah makna yang hadir sebagai adanya akibat dari proses gramatikal seperti proses afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi.

 

Makna gramatikal dapat diketahui tanpa  mengenal makna leksikal unsur-unsurnya.

Contoh:

Kata ‘Tikus kantor’ berarti ‘orang yang melakukan korupsi’.

 

  • Makna Referensial dan Makna Nonreferensial

Perbedaan makna referensial dan makna nonreferensial berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Bila kata itu mempunyai referen, yaitu sesuai dengan bahasa yang diacu oleh kata itu disebut makna referensial. Kalau kata-kata itu tidak memiliki referen, maka kata itu disebut kata bermakna nonreferensial.

 

Makna referensial biasanya terdapat pada kata penuh. Sedangkan makna kata nonreferensial biasanya terdapat pada preposisi dan konjungsi.

 

  • Makna Denotatif dan Makna Konotatif

Pembedaan makna denotatif dan makna konotatif berdasarkan pada ada tidaknya nilai ‘rasa’ pada sebuah kata. Setiap kata penuh mempunyai makna denotatif, tetapi tidak semua kata mempunyai makna konotatif.

 

Sebuah kata disebut memiliki makna konotatif apabila kata itu memiliki ‘nilai rasa’ baik positif maupun negatif. Jika tidak memiliki nilai rasa maka dapat dikatakan tidak memiliki konotasi. Tetapi dapat juga disebut konotasi netral.

 

Makna denotasi disebut juga sebagai makna denotasional, makna konseptual atau makna kognitif karena dilihat dari sudut pandang yang pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotasi ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan atau pengalaman lainnya. Jadi makna denotatif menyangkut informasi-informasi faktual objektif. Karena itu makna denotasi sering disebut makna sebenarnya.

Contoh:

Wanita memiliki denotasi ‘seorang manusia dewasa wanita/perempuan bukan laki-laki’, memiliki konotasi yang lebih tinggi dari perempuan atau betina.

 

 

  • Makna Kata dan Makna Istilah

Pembedaan makna kata dan makna istilah berdasarkan ketepatan makna kata itu dalam penggunaannya secara umum dan secara khusus. Dalam penggunaan bahasa secara umum acapkali kata-kata itu digunakan secara tidak cermat sehingga maknanya bersifat umum.

 

Makna kata walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata akan menjadi jelas jika sudah digunakan dalam suatu kalimat. Misalnya kata ‘air’ saja, masih bersifat umum, kecuali dijelaskan dalam kalimat apakah air sumur, air hujan, air laut, dan lain-lain.

 

Makna istilah  bersifat tetap dan pasti, ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam suatu bidang kegiatan atau ilmiah tertentu. Sehingga tanpa konsep konteks kalimatnya pun makna istilah tersebut sudah pasti. Misalnya ‘akomodasi’ yang merupakan makna istilah dalam optik bermakna ‘penyesuaian lensa’ atau ‘akomodasi’ dalam bidang pariwisata berarti ‘tempat penginapan atau tenpat makan’.

 

  • Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

Pembedaan makna konseptual dan makna asosiatif didasarkan pada ada atau tidaknya hubungan (asosiasi, refleksi) makna sebuah kata dengan makna kata yang lain.

Makna konseptual adalah makna yang makna yang sesuai dengan konsepnya, makna yang sesuai dengan referensnya, makna yang bebas dari hubungan asosiasi atau hubungan apapun.

 

Sedangkan makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah kata dengan adanya hubungan kata itu dengan keadaan diluar bahasa. Makna asosiasi juga dpat dikatakan sebagai makna perlambangan, yaitu kata yang dipakai masyarakat untuk menyatakan konsep lain diluar konsep kebahasaannya.

Contoh: Kata ‘merah’ dapat juga digunakan sebagai lambang keberanian.

 

  • Makna Idiomatikal dan Makna peribahasa

Idiom adalah satuan-satuan bahasa (dapat berupa frase, kata maupun kalimat). Makna idiom tidak lagi berkaitan dengan makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsurnya.

 

Dalam bahasa Indonesia terdapat idiom penuh dan idiom sebagian.

–          Idiom penuh adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan kesatuan makna. Contoh: meja hijau adalah idiom penuh, karena kesemuanya memiliki kesatuan makna, tidak akan berarti yang sama jika diartikan secara leksikal atau per kata.

–          Idiom sebagian adalah idiom yang masih memiliki makna leksikalnya sendiri. Contoh: daftar hitam, pada kata daftar masih berarti sama dengan daftar atau susunan, sedangkan dengan kata hitam, daftar hitam berarti daftar yang berisi nama-nama orang yang dicurigai atau dianggap bersalah.

Makna idiomatikal adalah makna sebuah satuan bahasa yang ‘menyimpang’ dari makna leksikal atau makna kata unsur-unsur pembentuknya.

 

  •  Makna Kias

Arti atau makna kiasan adalah oposisi dari makna sebenarnya. Oleh karena itu semua bentuk bahasa yang tidak merujuk pada arti yang sebenarnya (konseptual, denotatif) disebut memiliki arti kiasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s