ESAI

Esai adalah tulisan yang terdiri dari beberapa paragraf yang membahas tentang suatu topik. Istilah ”essay” berasal dari kata Perancis, yang artinya mencoba atau berusaha. Esai adalah sebuah upaya mengkomunikasikan informasi, opini atau perasaan dan biasanya menyajikan argumen tentang sebuah topik (infoplease.com). Dalam hal ini, esai adalah tulisan pendek yang biasanya berisi pemilaian atau opini penulis tentang subjek tertentu.

Esai adalah suatu tulisan  yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba untuk dinilainya. Esai merupakan semacam kritik yang lebih bersifat subjektif. Apa yang dikemukakan dalam esai lebih merupakan pendapat pribadi penulisnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pikiran pribadi penulisnya. Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu.

Sebuah esai dibagi dasar menjadi tiga bagian yaitu pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subjek bahasan dan pengantar tentang subjek, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subjek, dan konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subjek.

Dalam menulis esai perlu diperhatikan strukturnya. Esai dapat berupa kritik yang bersifat subjektif. Namun dalam penulisan esai untuk karya ilmiah murni penulis sedapat mungkin harus bersifat objektif. Dalam hal ini apa yang ditulis benar-benar masuk akal dan ditulis sesuai dengan fakta serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

 

 Struktur Esai

Menurut Budiharso (dalam Dalman, 2012: 108) struktur esai yang baik terdiri atas tiga bagian yaitu sebagai berikut:

  • Satu Paragraf Pendahuluan

Paragraf pendahuluan ialah pragaraf pertama yang digunakan untuk mengawali suatu esai, paragraf pendahuluan mempunyai empat tujuan, yaitu sebagi berikut :

  1. Mengenalkan topik dalam esai
  2. Memberikan latar belakang umum topik
  3. Memberikan petunjuk rencana esai secara keseluruhan
  4. Membangkitkan minat pembaca

 

 

  • Beberapa Paragraf Pengembang

Paragraf pengembang dalam esai disebut paragraf batang, paragraf batang tubuh menjelaskan dan menguraikan peryataan tesis yang disampaikan pada paragraf pendahuluan. Dalam hal ini pragraf batang tubuh menjawab pertnyaan-pertanyaan: siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana.

Paragraf pengembang berisi tentang hal-hal yang akan dikaji, data, interpretasi tentang topik yang dibahas, simpulan, atau saran mengenai topik yang dibahas. Pengembangan paragraf dalam batang tubuh suatu esai bisa dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu :

  1. Kronologis
  2. Urutan menurut derajat kepentingan
  3. Perbandingan
  4. Contoh atau kombinasi dari ketiganya

Setiap paragraf dalam batang tubuh harus merupakan penjelasan langsung mengenai tesis. Penjelasan dalam paragraf batang tubuh harus terfokus dan terpadu. Informasi yang diuraikan harus didukung dengan data dan fakta yang disajikan dalam bentuk kutipan secara ringkas, lengkap, dan objektif. Selain itu kutipan harus relevan dengan topik, meyakinkan dan spesifik.

Kutipan bisa disajikan dalam bentuk ringkasan, sintesis, dan kritis. Ringkas maksudnya kutipan harus singkat dan jelas. Sisntesis maksudnya kutipan merupakan penggabungan beberapa fakta yang disajikan menggunakan kalimat-kalimat penulis sendiri. Kritis berarti kutipan harus merupakan hasil membaca kritis yang ditulis ulang menggunakan bahasa penulis sendiri.

  • Satu Paragraf Penyimpul

Paragraf terakhir dari suatu esai disebut paragraf penutup atau paragraf penyimpul. Paragraf penyimpul dapat diperoleh dengan menulis ringkasan mengenai hal-hal yang sangat penting yang dibahas dalam paragraf-paragraf batang tubuh esai atau penegasan kembali apa yang dinyatakan pada kalimat tesis dengan kata-kata yang tidak sama, ditambah dengan komentar penulis tentang pokok masalah yang dikemukakan.

Dalam paragraf penyimpul berisi ringkasan masalah utama, peryataan kembali kalimat tesis dengan menggunakan kata-kata lain, komentar akhir tentang pokok bahasan.

Tulisan esai dapat dikatakan baik apabila memenuhi persyaratan pokok esai, yaitu memiliki minimal satu buah paragraf pembuka, beberapa paragraf isi atau pengembang, dan minimal satu buah paragraf penyimpul atau penutup.

Dalam hal ini disarankan esai gerdiri atas lima paragraf. Penulis juga harus memperhatikan hal-hal yang perlu disampaikan dari masing-masing isi paragraf esai tersebut. Dengan demikian, tulisan esai itu dapat dikatakan sebagai esai yang baik (Dalman, 2012: 110).

 

Langkah-Langkah Menulis Esai

Untuk dapat membuat esai yang baik, maka penulis perlu memperhatikan langkah-langkah dalam membuat esai. Langkah-langkah menulis esai harus dilakukan dengan runtut dan sistematis sehingga menghasilkan esai yang bermutu.

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah menulis esai, bisa dirunut sebagai berikut  :

  • Menentukan tema atau topik

Hal ini merupakan hal pertama yang harus dilakukan agar penulis memiliki gambaran tentang apa yang akan ditulisnya. Penentuan tema atau topik juga dapat membantu penulis tidak menyimpang dari tema yang telah ditetapkan.

Esai merupakan salah satu bentuk karangan atau tulisan yang mempunyai tujuan khusus. Esai biasanya digunakan istilah umum yang mengacu pada sebuah tulisan yang mengulas atau membahas suatu topik, baik secara ilmiah maupun semi ilmiah (populer). Secara umum penulisan umum dimaksudkan untuk dipublikasikan baik di koran maupaun majalah.

Topik yang akan ditulis dalam esai harus ditentukan terlebih dahulu, sebab seseorang tidak mungkin dapat menulis tanpa mempunyai topik. Kegiatan mencari dan menemukan topik merupakan kegiatan menulis yang dilakukan pada tahap prapenulisan. Kegiatan itu merupakan kegiatan yang rumit karena banyak melibatkan berbagai kemampuan.

Menurut Syamsudin (2008:164) ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam memilih topik esai, yaitu :

  1. Topik hendaknya bermanfaat
  2. Topik hendaknya mampu menarik perhatian
  3. Topik hendaknya tidak basi
  4. Topik hendaknya sesuai dengan bidang pengetahuan dan kemampuan penulis
  5. Topik hendaknya sesuai dengan tujuan penulisan

Proses penemuan topik itu biasanya dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

a.        Pengalaman

b.        Observasi

c.        Penelitian

d.        Studi pustaka (membaca)

 

  • Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan dibahas

Hal ini dapat menjadi semacam kerangka esai yang akan membantu penulis menuangkan ide-ide tersebut secara sistematis, runtut dan berfungsi mempermudah penulis dalam mengembangkan paragraf melalui outline tersebut.

Outline ini juga dapat membantu penulis mengungkapkan idenya secara teratur dan menhindari adanya pengulangan pembahasan suatu permasalahan.

Syamsudin (2008: 172) mengemukakan cara membuat outline dapat dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu sebagai berikut :

  1. Mulailah dengan menulis topik kita dibagian atas.
  2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman dengan jarak yang cukup lebar diantaranya.
  3. Tuliskan garis besar ide kita tentang topik yang kita maksud :

–          Jika mencoba menyalahkan berilah argumen yang baik.

–          Jika menjelaskan suatu proses tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca.

–          Jika menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut.

  1. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sisi kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama.
  2. Menulis pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat singkat dan jelas (tesis)

Karena esai merupakan pengungkapan pendapat penulis terhadap suatu objek, maka disajikan dalam bentuk yang singkat, padat, jelas dan merupakan penilaian penulis terhadap objek tersebut.

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan point penting yang akan disampaikan penulis. Topik sudah ditentukan sebelum mencapai tahap ini lihatlah kembali outline yang telah dibuat, dan memutuskan point penting yang akan dibuat (Syamsudin, 2008: 174).

Pernyataan tesis terdiri dari dua bagian yaitu :

  1. Bagian pertama menyatakan tesis.
  2. Bagian kedua menyatakan poin-poin penting dari esai.

 

  • Menulis tubuh esai

Penulisan tubuh esai dapat dimulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian membuat beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan penulisnya. Selanjutnya penulis harus mengambangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.

Bagian ini merupakan bagian menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah dipilih masing-masing ide penting yang dituliskan pada Outline akan menjadi satu pargraf dari tubuh tesis (Syamsudin, 2008: 176).

 

  • Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan

Paragraf pendahuluan berisi kalimat-kalimat pengantar. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.

 

  • Menuliskan kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah kita kemukakan dan memberikan perspektif akhir kita kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan kita tentang topik yang dibahas (Syamsudin, 2008).

Hal ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media masa yang dituntut harus bersikap netral.

 

  • Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir

Sentuhan akhir pada tulisan kita diberikan agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh (Wikipedia dalam Dalman, 2012: 106-107).

Dari ketujuh langkah menulis esai tersebut, jika diikuti dengan baik setiap langkah yang disarankan dapat dipastikan tulisan esai yang dihasilkan akan berkualitas. Dalam hal ini, untuk menulis esai yang baik, seorang penulis esai juga dapat mengikuti langkah-langkah yang disarankan yaitu:

  1. Memilih topik
  2. Menentukan tujuan
  3. Menuliskan minat anda
  4. Evaluasi potensial topik
  5. Membuat outline
  6. Menuliskan tesis
  7. Menuliskan tubuh esai
  8. Menulis paragraf pertama
  9. Menuliskan kesimpulan
  10. Memberikan sentuhan akhir

Perlu disadari bahwa untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus.

Pada dasarnya, sebuah esai yang baik,  terbagi minimum ke dalam lima paragraf, yaitu:

  • Paragraf pertama

Dalam paragraf ini, penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa subtopik.

 

  • Paragraf kedua sampai kelima

Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisis dengan melihat relevansi dan relasinya dengn masing-masing subtopik.

 

  • Paragraf kelima (terakhir)

Pada paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Dalam bagian ini, tuliskan kembali tesis dan subtopik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca.

Sumber:

A.R. Syamsudin. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia Jilid 3. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Dalman. (2012). Menulis Karya Ilmiah.  Bandar Lampung: UM Lampung Press.

………….. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s