PARAGRAF

Pengertian Paragraf

Paragraf atau alinea merupakan satu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf bukanlah suatu pembagian serta konvensional dari suatu bab tertentu yang terdiri atas kalimat-kalimat, tetapi lebih dalam maknanya dari satu kesatuan kalimat saja. Secara tipografis, paragraf merupakan suatu kelompok teks yang ditandai dengan lekukan (Indentation), yaitu kata pertama yang ditulis lebih ke dalam sebanyak beberapa lekukan.

Paragraf merupakan rangkaian atau himpunan kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan yang biasanya mengandung satu ide pokok atau pikiran pokok dan penulisannya dimulai dengan baris baru (Dalman, 2011: 66).

Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan (Tarigan, 2009:5). Menurut Maryani (2005:3) paragraf adalah dua pengertian, yaitu paragraf sebagai suatu kesatuan pikiran yang merupakan kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat, dan paragraf merupakan himpunan dari berbagai kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.

Finoza (2009) mengemukakan bahwa paragraf merupakan satuan bentuk bahasa yang umumnya merupakan gabungan beberapa kalimat. Sementara itu, Arifin dan Tasai (2002:113) mengatakan bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun membicarakan suatu gagasan atau topik.

Suatu karangan yang utuh akan lebih sukar dipahami karena terdapat beberapa pokok pikiran di dalamnya. Karangan akan lebih mudah dipahami apabila ditelaah melalui bagian-bagian kecil penyusunnya yang disebut paragraf.

Tarigan (2009:5) mengemukakan dua fungsi paragraf yang tersirat, yaitu sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok seluruh karangan, dan memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok. Selain dua fungsi tersirat di atas, terdapat fungsi ketiga, yaitu membantu pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sistematis. Dan fungsi yang keempat adalah mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya.

Paragraf yang baik selalu berisi ide pokok. Ide pokok setiap paragraf merupakan bagian yang integral dari ide pokok yang terkandung dalam keseluruhan karangan. Ide pokok paragraf juga memiliki relevansi terhadap ide pokok keseluruhan karangan dan menunjang ide pokok tersebut. Melalui ide pokok setiap paragraf, pembaca akan sampai pada pemahaman total isi karangan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi paragraf yang kelima adalah sebagai alat penyampai pikiran. Fungsi yang keenam adalah sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai.

Fungsi Paragraf

Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf sering juga digunakan sebagai pengantar, transisi, atau peralihan dari satu bab ke bab lainnya. Bahkan tidak jarang paragraf digunakan sebagai penutup. Dalam hal ini paragraf berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan konklusi.

Menurut Tarigan (2009:5) fungsi paragraf dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan;
  2. Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang;
  3. Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis;
  4. Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang;
  5. Sebagai penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada pembaca;
  6. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai; dan
  7. Dalam rangka keseluruhan karangan, paragraf dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi).

 

Struktur Dan Ciri-Ciri Paragraf

Menurut Finoza (2009:191) berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf  pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu kalimat topik dan kalimat penjelas. Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi menjelaskan atau mendukung ide utama paragraf.

Ciri-ciri kalimat utama/kalimat topik adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan kalimat lengkap yang mampu berdiri sendiri.
  2. Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut.
  3. Mempunyai arti cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain.
  4. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi.

Sedangkan ciri-ciri kalimat penjelas adalah:

  1. Menggunakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
  2. Arti kalimat baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu paragraf.
  3. Pembentukannya memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi.
  4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data tambahan lainnya yang bersifat mendukung kalimat topik.

Struktur paragraf berdasarkan kelengkapan unsur dan posisinya dalam paragraf memiliki 8 kemungkinan yang meliputi susunan transisi, kalimat topik, kalimat pengembang dan kalimat penegas.

Menurut Tarigan (2009:4) paragraf memiliki beberapa ciri atau karakteristik, antara lain:

  1. Paragraf memiliki ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan.
  2. Dibangun oleh sejumlah kalimat.
  3. Merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran.
  4. Merupakan kesatuan yang koheren dan padat.
  5. Tersusun secara logis dan sistematis.

Syarat Paragraf Yang Baik

Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki kepaduan antara unsur-unsurnya, baik itu antara gagasan utama dengan gagasan penjelasnya ataupun antara kalimat-kalimatnya. Dalam hal ini, paragraf yang baik harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut Arikunto (2008: 154-158) paragraf yang baik harus memenuhi tiga kriteria, yaitu kepaduan paragraf, kesatuan paragraf, dan kelengkapan paragraf. Kepaduan paragraf dapat ditempuh dengan kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu.

Yang dimaksud dengan kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Sedangkan sebuah paragraf dikatakan lengkap  apabila didalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukkan pokok pikiran atau kalimat utama.

Sedangkan Mustakim (1994: 115-116) menuliskan syarat paragraf yang baik adalah memenuhi dua kriteria yaitu kesatuan (kohesi) dan kepaduan (koheren). Kriteria kesatuan atau kohesi menyangkut keeratan hubungan makna antargagasan dalam sebuah paragraf. Sebuah paragraf hendaknya hanya mengandung satu gagasan utama diikuti dengan beberapa gagasan pengembang atau penjelas.

Kriteria kepaduan atau koheren, sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan, sebuah paragraf juga harus memperlihatkan kepaduan hubungan antarkalimat yang terjalin didalamnya. Kepaduan paragraf dapat diketahui dari susunan kalimat yang sistematis, logis, dan mudah dipahami.

Dalman (2010:48) menjelaskan bahwa persyaratan paragraf mencakup:

  1. Persyaratan kesatuan keutuhan
  2. Persyaratan pengembangan
  3. Persyaratan kepaduan atau koherensi
  4. Persyaratan kekompakan atau kohesi

Menurut Atmazaki ( 2006:83) setiap paragraf yang baik memperhatikan kesatuan, keefektifan kalimat dan kejelasan.

  • Kesatuan

Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf adalah mengembangkan topik tersebut.

  • Keefektifan kalimat

Kalimat-kalimat harus disusun secara logis dan mengikuti rencana tertentu untuk pengembangannya. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki unsur subjek dan predikat yang jelas. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kesepadanan, yaitu keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang dipakai.
  2. Keparalelan, yaitu kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.
  3. Ketegasan, yaitu suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok untuk membentuk penekanan dalam kalimat.
  4. Kehematan, yaitu hemat dalam menggunakan kata, frase atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.
  5. Kecermatan, yaitu kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.
  6. Kepaduan, yaitu padu dalam pernyataan kalimat itu sehingga informasi yang diperoleh tidak terpecah-pecah.
  7. Kejelasan

Setiap gagasan yang didiskusikan harus dijelaskan dengan cukup dan didukung oleh fakta perincian yang secara bersama-sama menjelaskan gagasan pokok tersebut.

Sumber:

Dalman. (2011). Menulis Karya Ilmiah.  Bandar Lampung: UM Lampung Press.

………….. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta: Rajawali Pers.

Tarigan, Djago. 1987. Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Bandung : Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis Sebagai Salah Satu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Widiarti, Pangesti. 2005. Menuju Budaya Menulis. Yogyakarta: Tiara Wacana.

One thought on “PARAGRAF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s