PENGGUNAAN BENTUK PRAGMATIK TINDAK TUTUR DAN IMPLIKATUR

Penggunaan Bentuk Pragmatik Tindak Tutur dan Implikatur

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa dalam tindak tutur dan implikatur terdapat bentuk-bentuk pragmatik. Bentuk pragmatik berdasarkan tindak tutur adalah  lokusi, ilokusi dan perlokusi. Sedangkan dalam implikatur terdapat bentuk pragmatik implikatur konvensional dan implikatur percakapan. Penggunaan bentuk-bentuk pragmatik itu dapat ditemukan dalam percakapan pergaulan sehari-hari.

 

  • Bentuk lokusi, ilokusi, dan perlokusi

Lokusi adalah bentuk ujaran yang menginformasikan atau menyatakan sesuatu.

Contoh:

Nina          : Wi, nanti jam dua ada jam tambahan mata kuliah Pragmatik.

Tiwi           : Ya. Hari ini yang presentasi kelompok 3.

Nina          : Kelompok 4 juga presentasi. Jadi presentasi dua kelompok.

Tiwi           : Bu dosen mengatakan ini untuk mengganti dua pertemuan yang lalu.

 

Percakapan di atas baik yang disampaikan oleh Tiwi maupun Nina dimaksudkan untuk menyampaikan informasi tentang jam tambahan mata kuliah pragmatik dan kelompok yang harus presentasi hari itu.

 

Contoh:

Erni           : Besok  Anggun ulang tahun yang ke 21.  Ika sudah memesan kue ulang tahun, tapi Anggun tidak tahu. Dia akan membuat kejutan.

Umi           : Aku juga sudah menyiapkan kado untuknya. Tak begitu mewah, tapi semoga Anggun senang.

 

Percakapan antara Erni dan Umi di atas memiliki maksud untuk menyampaikan informasi yang diketahui, perihal ulang tahun Anggun dan kejutan yang disiapkan oleh Ika, dan Umi yang telah memiliki kado untuk Anggun.

 

Ilokusi  adalah bentuk ujaran yang tidak hanya berfungsi untuk mengungkapkan atau menginformasikan sesuatu, namun juga dipergunakan untuk melakukan suatu tindakan.

 

Contoh:

Seorang kepala sekolah berbicara pada pesuruh sekolah, dengan mengungkapkan beberapa pernyataan berikut:

  1. Pot bunga di samping perpustakaan kering semua.
  2. Pohon di depan lab. IPA sudah terlalu rimbun.
  3. Kamar mandi kotor dan bau.
  4. Ruang TU masih terkunci.

Pernyataan-pernyataan tersebut selain memberi informasi, juga mengharapkan adanya suatu tindakan, agar pesuruh sekolah melakukan tugasnya, seperti menyiram bunga, memangkas pohon, membersihkan kamar mandi, dan membuka kunci ruangan.

 

Sedangkan efek perlokusi yang timbul dari pernyataan kepala sekolah di atas adalah agar pesuruh sekolah lebih cermat dan sigap melakukan tugasnya, mengetahui apa yang harus dilakukan tanpa harus diberitahu terlebih dahulu.

 

 

Contoh:

Seorang nyonya rumah bertanya pada tukang kebun tentang kedatangan pembantu mereka mereka.

Nyonya rumah      : Hari ini Ijah tidak datang?

Tukang Kebun      : Ijah sering sakit-sakitan, Bu.

Pernyataan tukang kebun tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan nyonya rumah. Selain memberi informasi bahwa Ijah sering sakit-sakitan (lokusi), tukang kebun juga bermaksud agar nyonya rumah memaklumi kalau Ijah tidak datang bekerja (ilokusi). Sedangkan perlokusi yang bisa timbul adalah nyonya rumah memberi keringanan pekerjaan pada Ijah.

 

Implikatur Konvensional dan Implikatur Percakapan

Implikatur konvensional adalah implikatur yang diperoleh langsung dari makna kata, bukan dari prinsip percakapan.

 

Contoh:

  • Jangan pernah meminjam uang dari Pak Surya. Dia lintah darat.

Kalimat tersebut menyatakan bahwa secara konvensional ‘Pak Surya’ dan ‘lintah darat’ memiliki suatu hubungan. Lintah darat adalah orang yang suka meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi. Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa Pak Surya adalah orang yang suka meminjamkan uang dengan bunga kembali yang tinggi, atau seorang lintah darat.

 

  • Dia mewarisi otak Albert Einstein, jadi selalu juara kelas.

Dari kalimat tersebut, secara konvensional terdapat hubungan antara Albert Einsten dan juara kelas. Albert Einsten telah disepakati atau diketahui sebagai ilmuwan yang pintar atau jenius, sehingga jika si ‘dia’ dituliskan sebagai pewaris Albert Einsten hal tersebut berarti anak itu sangat pintar, sehingga selalu menjadi juara kelas.

 

  • Lemari itu dari kayu jati, jadi tidak mudah rusak.

Dari kalimat tersebut, terdapat konvensi atau kesepakatan bahwa kayu jati terkenal kuat dan  tahan lama sehingga peralatan yang terbuat dari kayu jati tidak akan mudah rusak.

 

Implikatur percakapan adalah implikasi pragmatik yang tersirat di dalam suatu percakapan.  Di dalam komunikasi, tuturan selalu menyajikan suatu fungsi pragmatik dan di dalam tuturan percakapan itulah terimplikasi suatu maksud atau tersirat fungsi pragmatik lain yang dinamakan implikatur percakapan.

 

Contoh:

Bapak  : Kepalaku pusing sekali.

Ibu       : Sebentar Pak. (mengambilkan Paramex untuk bapak)

Implikatur dalam percakapan di atas, tindakan ibu mengambil paramex dan jawaban ‘sebentar Pak’ merupakan tanggapan atas pernyataan Bapak. Hal tersebut menunjukkan pula bahwa Bapak biasa mengonsumsi paramex jika sakit kepala.

 

Contoh:

Didik   : Besok mata kuliah apa?

Deni    : Semoga Pak Bagiyo tidak berangkat. UTS yang dibawa pulang kemarin belum ku selesaikan.

 

Dari percakapan di atas, Deni tidak menjawab pertanyaan Didik dengan jawaban yang seharusnya. Tetapi dari ucapan Deni tersirat makna bahwa besok mata kuliah yang diampu oleh Pak Bagiyo, dan mereka memiliki tugas UTS yang harus dikerjakan di rumah, sedangkan Deni belum menyelesaikannya.

 

Contoh:

Anak   : Bu, ayah sudah pulang.

Ibu       : Sedu kopi!

 

Dari percakapan di atas, ucapan ibu ‘sedu kopi’ mengimplikasikan bahwa setiap bapak pulang ke rumah biasanya langsung disuguhi kopi.

 

Contoh:

Di parkiran depan STKIP MPL, satpam sedang menegur seorang mahasiswa.

Satpam                        : Disini parkir untuk dosen.

Mahasiswa      : Oh, maaf pak, saya tidak tahu.

Dari percakapan di atas, mengimplikasikan bahwa selain dosen tidak boleh memakirkan kendaraan di sana. 

One response to “PENGGUNAAN BENTUK PRAGMATIK TINDAK TUTUR DAN IMPLIKATUR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s