MENULIS PUISI DENGAN METODE AKROSTIK

MENULIS PUISI DENGAN METODE AKROSTIK

Arkostik berasal dari bahasa Yunani, Akrostichis, yang artinya sajak dengan huruf awal baris menyusun sebuah kata atau kalimat. Puisi arkostik biasanya membicarakan apa yang menjadi susunan huruf yang membentuk sebuah kalimat di awal baris.

 

Puisi akrostik menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai setiap baris dalam puisi, semua baris dalam puisi menceritakan atau mendeskripsikan topik kata yang penting. Puisi akrostik berbeda dengan puisi lain karena huruf – huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Pola rima dan jumlah baris dalam puisi akrostik dapat bervariasi karena puisi akrostik lebih dari puisi deskriptif yang menjelaskan kata yang dibentuk.

 

Dari penjelasan mengenai puisi akrostik di atas, penulis puisi pemula atau para siswa yang sedang belajar menulis puisi akan lebih mudah menyusun kata-kata karena sudah ada rangsangan sebelumnya dari huruf awal yang disusun secara vertikal dan membentuk kata. Puisi akrostik ini merupakan salah satu kegiatan menulis puisi yang paling sukses untuk menulis pemula, berikut ini tentang penulisan puisi dengan teknik akrostik :

  • Menulis puisi akrostik sangat mudah dan menyenangkan.
  • Huruf kapital selalu dimulai pada tiap-tiap baris baru.
  • Membaca dan kembali membaca membantu menemukan kata yang baik.
  • Kalimat tidaklah terlalu penting.
  • Masalah kurangnya pemahaman kita dalam perbendaharaan kata,kita dapat melihat kamus.

Dalam menulis puisi akrostik ini, perbendaharaan kata masing-masing individu berbeda. Pengalaman dalam membaca puisi sangat mempengaruhi hasil tulisan puisi. Semakin banyak dalam membaca puisi, maka semakin banyak pula kata-kata yang akan dipilihnya dan dikembangkan dalam puisinya sehingga hasil karya puisinya pun mempunyai nilai estetika yang semakin tinggi pula.

                                              

Contoh puisi yang ditulis dengan teknik Akrostik :

KERINDUAN HATIKU

Kukenang engkau dihatiku

Entah kenapa hati ini sangat sedih

Rinduku padamu tak terhingga

Ingin rasanya aku bertemu denganmu

Namun aku tak rela kau pergi dariku

Dunia terasa senyap tak berbintang lagi

Untuk semua masa yang pernah kita lewati

Andaikan aku bisa bertemu denganmu

Nanti kita bisa bersama lagi

 Hatiku menangis perih tertusuk duri

 Aku di sini sangat merindukanmu

 Tak ada yang kuasa menolak kedatanganmu

 Ingatkah engkau kepadaku

 Ku hanya ingin kau tahu

 Untuk masa yang lebih indah

 

Contoh lain:

Cintaku buat Clara

 

Clara telah kuberikan napasku untukmu

Lompatan bayangmu menghantuiku

Angin membelai wajahku

Rasa ini semakin memburumu

Aku lebih baik mati jika hidup tanpamu

 

Contoh puisi di atas adalah puisi yang dibuat dengan metode akrostik di awal kalimat. Selain di awal, akrostik juga dapat dilakukan di akhir kalimat.

 

Contoh:

Terlampau luas dosa berbatas tegaS

Degup jantung yang berbait terkait larA

Bertanya, menjawab dan semua tak mampu membuat haraP

Dosakah bila tak memihak karena lidah tercekaT

Terlanjur kecewa! aku bahagia diatas lukanyA

 

5 responses to “MENULIS PUISI DENGAN METODE AKROSTIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s